oleh

Anleg PKS Johan Rosihan Gelar Bimtek Manajemen Peternakan di Dompu

Dengar.id, NTB – Anggota DPR RI Komisi IV DPR-RI H. Johan Rosihan, ST bekerja sama Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar, dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan Kabupaten Dompu, Selasa (10/5/2022).

Kegiatan ini digelar di Hotel Tursina Kabupaten Dompu, dengan tema ‘Manejemen peternakan BPTU-HPT Denpasar’ dan dihadiri lebih kurang 100 orang peserta.

judul gambar

Acara Bimtek ini yang diprakasai oleh H. Johan Rosihan, ST. Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil NTB I Pulau Sumbawa ini, dihadiri Kadisnakeswan Dompu Ir. Zainal Arifin, M. Si, Sub Koordinator Substansi Pelayanan Tehnik BPTU-HP Denpasar drh. I Gusti Putu Ngurah Raka dan perwakilan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Jakarta.

Kegiatan ini diawali sambutan oleh Kadis Nakeswan Ir. Zainal Arifin, M.Si mengatakan, pelaksanaan Bimtek yang dilakukan oleh Komisi IV DPR RI bekerjasama dengan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian RI, adalah semata-mata untuk memberikan pemahaman dan edukasi yang baik bagaimana cara beternak.

“Tentunya dengan Bimtek ini harus kita syukuri, mengingat ini program pusat, dan Alhamdulillah menyentuh sampai ke rakyat, khususnya masyarakat Kabupaten Dompu yang mendapatkan pembelajaran secara langsung,” terangnya.

Menurutnya, dengan telah terlaksananya Bimtek ini kedepan diharapkan para peternak dapat menjalankan usaha ternaknya sebaik mungkin. “Harapannya memang bagaimana kedepan para peternak dapat lebih memahami cara beternak yang baik, dan sukses menjalankan usahanya,” terangnya.

“Maka dari itu yang sangat diperlukan juga terkait manajemennya. Karena menjalankan sesuatu tanpa manajemen yang baik juga tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik,” tambahnya.

Semetara itu, H. Johan Rosihan, ST, menjelaskan, bahwa dirinya terus mendorong adanya dukungan penuh eksekutif terhadap pembangunan pertanian/peternakan, apalagi saat ini kebutuhan kebutuhan daging nasional cukup besar dan kebanyakan permintaan konsumen adalah daging sapi fresh dan segar dari peternakan lokal.
“Ini peluang besar yang harus ditangkap oleh daerah terutama wilayah Pulau Sumbawa,” jelasnya.

Politisi PKS ini memaparkan, pada tahun 2022 ini, ada tambahan anggaran sebesar Rp 200 juta bagi desa terpilih untuk meningkatkan kemampuan desa memproduksi pangan khususnya beternak sapi.

“Kalau desa-desa mampu memproduksi pangan, maka secara nasional kita juga akan mampu memenuhi pangan nasional. Indonesia memiliki lebih dari 75 ribu desa. Maka, jika kita mampu berdayakan BumDesnya maka perekonomian bisa berputar di desa, ” tegas Johan.

Selanjutnya, penyampaian materi oleh Sub Koordinator Substansi Pelayanan Tehnik drh. I Gusti Putu Ngurah Raka tentang manejemen peternakan, sementara materi yang disampaikan oleh Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu yaitu tentang pengelolaan dan manejemen pakan.

Komentar