oleh

Bacaan Doa Awal Ramadan Lengkap : Arab dan Terjemahannya

Dengar.id, Jakarta – Puasa Ramadhan wajib dilakukan bagi setiap umat muslim yang sudah mukallaf, yakni orang Islam yang telah memenuhi ketentuan untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Sebagaimana perintah Allah SWT melalui Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

judul gambar

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kewajiban puasa merupakan salah satu dari rukun Islam. Puasa juga termasuk ibadah yang istimewa. Dalam salah satu hadis qudsi diterangkan, setiap amal kebaikan manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat, kecuali amal puasa.

Allah berfirman, “Puasa tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku,” (HR. Muslim).

Bacaan Doa Puasa Hari Pertama Ramadhan Menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah, ada beberapa bacaan doa yang dapat diucapkan sejak hari pertama hingga memasuki hari terakhir.

Bacaan salah satu doa puasa pada hari pertama Ramadhan, adalah sebagai berikut: Alloohumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya’ban, wabaariklanaa Romadhon Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan.”

Ada pula doa versi lain yang bisa dibaca umat Islam di awal bulan Ramadhan. Seperti dikutip dari laman NU Online, berdasarkan riwayat Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa di awal bulan Ramadhan dengan kalimat berikut ini: اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”

Mengutip laman Suara Muhammadiyah, dalam salah satu hadis, dijelaskan bahwa doa orang yang puasa berpeluang sangat besar untuk bisa dikabulkan.

Oleh karena itu, selagi sedang menjalankan ibadah puasa, doa termasuk salah satu cara untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bunyi hadis riwayat Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah tersebut ialah sebagai berikut ini: “Ada 3 (tiga) orang yang doanya tidak akan ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang teraniaya (terdzalimi), Allah akan angkat di atas awan pada hari kiamat.”


Komentar