Karyawan Pariwisata Gili Keluhkan Sepi Pengunjung Yang Berdampak Pada Kurangnya Penghasilan

Lombok Utara – Aktivitas wisatawan asing tujuan Gili Trawangan,Kabupaten Lombok Utara, mengalami penurunan drastis diawal tahun 2026, dampaknya langsung dirasakan oleh pekerja sektor pariwisata. Salah satu karyawan destinasi wisata mengeluhkan sepinya pengunjung yang diakibatkan tidak beroperasinya fast boat rute Bali-Lombok.

Karyawan pariwisata di Gili Trawangan yang bernama Fahrurozi menyampaikan sepinya aktifitas pengunjung semenjak fast boat dari Bali sudah jarang atau tidak aktif seperti biasanya.

 “Wisatawan asing sepi. Fast boat Bali–Lombok tidak jalan. Kerjaan ikut sepi, bahkan kadang tidak ada aktivitas sama sekali. Tapi cicilan tetap jalan,” keluhnya di Media Sosial Facebook (27/01/26).

Menurutnya,kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan mayoritas dari mancanegara yang biasanya menggunakan jalur cepat dari Bali dengan menumpangi fast boat. Disaat akses itu terhambat akan mengakibatkan perputaran ekonomi lokal tidak berjalan dengan baik.

Kondisi sulit ini dialami langsung oleh pekerja karena pendapatan yang biasanya lancar namun sekarang sulit untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban finansial seperti cicilan kendaraan,rumah hingga kebutuhan harian keluarga yang harus dicukupi.

Para karyawan mengharapkan kepada Pemerintah daerah atau pemangku kebijakan yang menangani pariwisata untuk segera memberikan solusi, dengan menormalisi  transportasi laut Bali-Lombok sabagai jalur kunci untuk mengembalikan tingkat keramaian pengunjung Gili Trawangan yang sudah menjadi tujuan wisata favorit  serta  ikon wisata nasional dan internasional.

Kemudian untuk menginisiasi kurang pendapatan, pekerja pariwisata menginginkan adanya kebijakan yang dapat mengatasi persoalan yang tengah dihadapi, dengan stimulus atau perlindungan sosial bagi yang terdampak langsung akibat macetnya kunjungan wisatawan.

Jika situasi ini terus berkelanjutan ditakutkan bukan hanya pekerja yang mendapatkan dampak negatifnya. Tentu saja pelaku UMKM,penyedia jasa wisata hingga masyarakat Lombok Utara secara keseluruhan akan merasakan imbas dari tersendatnya proses kegiatan pariwisata Gili Trawangan.

Komentar