Kemenkes Palu Perkenalkan Program Inovatif di Salah Satu Desa Kabupaten Poso

SULTENG – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di daerah terpencil, dosen-dosen dari Poltekkes Kemenkes Palu, khususnya Program studi Sarjana Terapan Kebidanan melakukan perjalanan panjang menuju Desa Boe, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso.

Di desa yang terletak di tengah pegunungan dan hanya bisa dicapai dengan perjalanan darat berjam-jam itu, para dosen kampus tersebut melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menawarkan program inovatif berfokus pada optimalisasi pemenuhan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan.

“Periode krusial ini menentukan kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. Salah satu langkah utama dalam kegiatan ini adalah pembentukan, pelatihan dan pendampingan Kader serta Ibu Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI),” kata Mercy Joice sebagai Ketua dalam program pengabdian ini.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran serta masyarakat dalam mendukung para ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama enam bulan pertama.

“Dengan adanya KP-ASI akan tercipta lingkungan yang mendukung pemberian ASI eksklusif, sehingga bayi-bayi di Desa Boe dan sekitarnya dapat tumbuh sehat dan kuat dengan mendapatkan gizi optimal sejak dini,” jelas Joice.

“Kami sangat senang melihat respon positif dari masyarakat dan tenaga kesehatan di Desa Boe. Ini memotivasi kami untuk terus berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak di daerah ini,” sambungnya.

Hal senada disampaikan, Yuli Admasari sebagai salah satu tim program tersebut. Ia menuturkan, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

“ASI tidak hanya menyediakan semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi, tetapi juga mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah krusial dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi bayi,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, antusiasme dan tanggapan positif dari masyarakat desa serta tenaga kesehatan setempat menunjukkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

“Kami sebagai dosen Poltekkes Kemenkes Palu berkomitmen untuk terus menjalankan program-program pengabdian masyarakat serupa di masa mendatang,” paparnya.

“Dengan dukungan yang terus berlanjut, diharapkan Desa Boe dapat menjadi contoh sukses dalam penerapan program ASI eksklusif dan pemenuhan gizi optimal bagi bayi,” sambung Yuli.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Kepala Desa Boe, Kristolsa Bodjo, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dan upaya dari para dosen Jurusan STr. Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu. Program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu hamil di desa kami. Pengetahuan yang mereka peroleh akan membantu memastikan anak-anak kami mendapatkan awal kehidupan yang sehat,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sangat mendukung terhadap inisiatif ini program semacam ini.

“Kami sangat mendukung program ini karena ASI eksklusif memiliki peran penting dalam memastikan kesehatan dan pertumbuhan optimal bayi. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada kader dan ibu hamil akan sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka terkait pemberian ASI,” bebernya.

Para kader kesehatan desa juga menyambut baik program ini. Resky Anriani, seorang kader kesehatan di Desa Boe, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat.

“Pelatihan yang kami terima sangat komprehensif dan membantu kami memahami lebih dalam tentang pentingnya ASI eksklusif. Kami juga diajarkan teknik komunikasi yang efektif sehingga kami bisa lebih mudah menyampaikan informasi ini kepada para ibu di desa,” jelas Resky.

Dikatakannya, pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Sebagai seorang ibu saya merasa lebih siap dan percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi saya nanti. Sebelumnya, saya banyak mendengar mitos-mitos yang membuat saya ragu, tetapi melalui program ini saya mendapatkan informasi yang akurat dan dukungan dari para kader,” katanya dengan penuh semangat.

Kegiatan ini, dimulai dengan pelatihan intensif bagi para kader kesehatan desa dan ibu-ibu yang tergabung dalam KP-ASI. Mereka diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta cara-cara mengatasi berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama masa menyusui. Selain itu, para kader juga dibekali dengan keterampilan komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

author avatar
arif dengar.id

Komentar