oleh

Gubernur NTB Beberkan”Blessing in Disguise” di Era Kepemimpinannya Dalam Podcast Refly Harun

Dengar.id, NTB – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menjadi bintang tamu dalam Podcast bersama Refly Harun di channel Youtube Refly Harun PODCAST (Refly UNCUT), Selasa (15/03/22) lalu.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul sapaan Gubernur NTB in berbagi kisah mengenai masa-masa kepemimpinan dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

judul gambar

”Awal-awal kepemimpinan, kami langsung dihadapkan dengan keadaan yang tidak mudah namun dapat dijadikan sebagai sebuah blessing in disguise (berkah terselubung), kata Politisi PKS ini.

Diceritannya, ketika dilantik kami langsung mewarisi satu keadaan yang tidak mudah yakni gempa pada tahun 2018. Tentu, tantangan utamanya, bagaimana recovery dari bencana ini.

”Perlahan tapi pasti, akhirnya kami berani bangkit dari keterpurukan berkat sinergi yang baik dari Pemerintah Pusat, Kab/Kota, dan TNI/POLRI, sehingga Alhamdulillah 200 rumah warga dapat kami bangun dengan bantuan BNPB,” ujar Mantan Ketua Bem UI ini.

Setelah itu, lanjut Zul, kepemimpinan Zul-Ummi Rohmi kembali diuji oleh pandemi Covid-19 yang mengguncang dunia.

“Ketika hampir tumbuh kembali, ekonomi tercovery, terlihat cahaya di ujung terowongan, tau-tau ada Covid-19, yang menyebabkan international border tertutup sehingga tidak lagi banyak mobilitas yang datang ke Lombok. Tetapi kami menyakini musibah ini sebagai blessing in disguise, selalu ada berkah tersembunyi di balik musibah,” tegasnya.

Gubernur lulusan Doktor Ekonomi Industri ini, mencontohkan, salah satu blessing in disguise yang dimaksud, yaitu banyaknya muncul UMKM yang memproduksi komoditas lokal.

“Misalnya mulai munculnya banyak UKM yang memproduksi komoditas lokal. Jadi, pada saat itu ada program Jaring Pengaman Sosial yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat,” bebernya.

Dengan kepercayaan yang tinggi, kata Gubernur, NTB termasuk provinsi yang berani tidak memberikan dalam bentuk tunai tapi membagikan produk-produk lokal kepada masyarakat sehingga dapat mengkonsumsi produk dengan nilai tambah tinggi dengan harga yang lebih mahal.

Tidak berhenti disitu, berbagai program unggulan terus digaungkan Duo Doktor ini, diantaranya adalah Program Beasiswa NTB.

”Kita ada program Beasiswa NTB, kami mengirim anak-anak NTB ke luar negeri bukan karena Universitas di indonesia kualitasnya lebih rendah, tetapi NTB ini akan menjadi dunia pariwisata yang punya big event,” jelasnya.

”Nantinya alumni beasiswa ini, diharapkan mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi ketika kembali, tapi kita juga tidak mewajibkan untuk kembali ke Indonesia,” paparnya.

Selanjutnya, Gubernur Zul juga sempat menyinggung perhelatan MotoGP dan MXGP yang akan segera diselenggarakan di NTB. Ia menyatakan bahwa event-event tersebut merupakan cara jitu tidak hanya untuk mempromosikan daerah tetapi juga negara Indonesia.

“Jadi sekarang ini, Lombok akan menjadi tuan rumah MotoGP, dan Sumbawa dengan MXGP sehingga dua pulau ini bisa berlari bersama,” tegas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Harvard University ini.

Menurutnya, ini merupakan cara jitu untuk mempromosikan, bukan hanya daerah kita tapi juga Negara. ”Kita senang karena hadirnya satu event punya implikasi terhadap perbaikan infastruktur,” pungkasnya.

Komentar