oleh

HMI Jaktim Ajak Umat Muslim Indonesia Sambut Idul Adha dengan Patuhi Prokes

Dengar.id, Jakarta – Hari Raya Idul Adha merupakan perayaan ibadah umat islam yang di nanti-nantikan. Perayaan ini, bertepatan dengan musim haji dan menjadi momen yang pas untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

Asogi Akbar PJ Ketum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Timur mengajak, seluruh umat Islam di Indonesia agar tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) dalam melaksanakan Salat Idul Adha nanti, melihat perkembangan penyebaran virus corona semakin meningkat.

judul gambar

“Pemerintah kita hari ini, masih berjuang dalam menangani perkembangan virus corona yang makin hari makin meningkat,” katanya.

Menurutnya, adapun yang menjadi sorotan hari ini selain dari perayaan Idhul Adha yaitu berkembangnya virus corona yang makin hari makin tinggi. Bahkan pemerintah telah mewajibkan vaksin boster untuk melakukan perjalanan jauh ada baiknya di jalankan.

“Sekali lagi, kami mengajak masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi sampai booster,” ujarnya.

“Semoga virus corona ini bisa hilang secepat mungkin, karena menghawatirkan dari semua hal, yang menghambat pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meminta masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi sampai booster. Pasalnya, vaksinasi booster akan menjadi syarat mutlak mobilitas masyarakat dalam dua minggu ke depan.

Menko Luhut mengingatkan bahwa peran serta masyarakat merupakan kunci utama dari penanganan pandemi di Tanah Air sampai hari ini. Berdasarkan data peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara terjadi begitu signifikan, seperti di Prancis, Italia, dan Jerman.

“Pemerintah juga telah meminta kepada TNI, Polri, serta pemda untuk kembali mendorong kebijakan vaksinasi dan juga tracing,” paparnya.

Dia pun menegaskan, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi. “Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus secara meluas ke depannya sekaligus mempersiapkan langkah-langkah mitigasinya,” pungkasnya. (OGI)

Komentar