oleh

Kemenkumham NTB Dalami Penyebab Kerusuhan Rutan Raba Bima

Dengar.id, NTB – Kemenkumham NTB turun tangana mendalamai penyebab kerusuhan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba, Bima, yang terjadi pada Selasa (1/2/2022) malam lalu. “Mereka merasa ada yang tidak adil dari proses hukum,” ungkap Kepala Kanwil (Kanwil) Kemenkumham NTB, Haris Sukamto, A.K.S, SH, MH, Rabu (2/2/2022).

Dikatakannya, saat ini dirinya asedanag turun mendalami persoalan yang terjadi dengan bertanya langsung pada narapidana dan tahanan yang sempat kabur dari rutan. ”Ketidakadilan yang mereka rasakan itu karena proses hukum yang dijalaninya tidak sesuai prosedur. Proses persidangan juga terkesan lambat. Sidang sudah tujuh kali ditunda. Itulah yang menyebabkan mereka merasa kecewa,” bebernya.

judul gambar

Atas kekecewaan itu para tahanan memberontak. Mereka berupaya keluar dari rutan. ”Mereka ingin protes pada jaksa dan pengadilan,” tuturnya.

Informasinya Rifaid dan David Hendri sudah berdamai. Namun proses hukumnya tetap berlanjut dan Rifaid ditahan. Proses persidangannya sudah mencapai pemeriksaan saksi a de charge ”Makanya saya sudah minta tim dari rutan untuk berkoordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan untuk menengahi persoalan itu,” kata Haris.

Dia menerangkan, aksi protes yang berujung kerusuhan itu menyebabkan 17 napi dan tahanan kabur. Sebanyak 14 orang sudah kembali ke rutan. ”Tiga orang belum kembali,” ujarnya.

Tim dari Rutan Kelas II B Raba bersama Polres Bima Kota dan Kodim 1608/Bima masih mencari tiga orang yang belum kembali. Tim yang turun melakukan pencarian sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga agar mereka kembali ke rutan secara sukarela. ”Pihak keluarga dari para tahanan yang kabur ini juga akan turut membantu meminta mereka untuk balik ke rutan,” ujarnya.

Diketahui, keributan berawal dari protes salah satu tahanan titipan jaksa bernama Rifaid alias Mega. Selanjutnya, diikuti belasan narapidana dan tahanan yang lain. Data SIPP PN Bima, Rifaid terjerat kasus penganiayaan. Dia menjadi terdakwa bersama rekannya Johan alias Joni.

Korban bernama David Hendri saat itu sedang makan di salah satu warung. Setelah selesai makan, dia mempertanyakan ke Bunyamin, tukang parkir di kawasan tersebut, terkait handphone-nya yang hilang di dashboard motornya.

Dari situ awal Rifaid dan David Hendri cekcok. Rifaid yang melihat David Hendri menyelipkan pisau direbutnya. Lalu menghujamkannya ke David Hendri. Hasil visum, David Hendri mengalami luka-luka di bagian kepala, jari kelingking tangan kiri, dan bagian betis kanan. Kasus itulah yang menyebabkan Rifaid terseret ke rutan.

Komentar