oleh

Menpora Amali apresiasi TIIS Adalah Sistem Digitalisasi Sebagai Pendukung DBON

Dengar.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memberikan apresiasi dan merasa bangga dengan terobosan dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) yang telah meluncurkan sistem digitalisasi taekwondo Indonesia dengan melahirkan Taekwondo Indonesia Integrated Sistem (TIIS). Menpora Amali nilai TIIS sebagai pendukung DBON.

“Terima atas upaya taekwondo Indonesia yang luar biasa. Tentu pemerintah apresiasi dan memberikan penghargaan atas terobosan yang luar biasa ini,” kata Menpora Amali pada acara Launching Program TIIS di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/6).

judul gambar

Menpora Amali menilai kehadiran TIIS menjadi pendukung DBON yang sedang dikerjakan pemerintah. Dimana bangsa Indonesia memiliki mimpi besar yakni saat 100 tahun Indonesia Merdeka atau saat Olimpiade 2044, Indonesia bisa menempati posisi lima besar dunia.

“Untuk mencapai itu ada caranya yakni dengan konsentrasi dan fokus kepada cabor yang dipertandingkan di kancah olimpiade, serta sesuai dengan karakteristik orang Indonesia yaitu cabor yang mengandalkan tekhnik dan akurasi dan taekwondo masuk menjadi salah satu cabor unggulan itu,” tutur Menpora Amali.

“Kehadiran TIIS ini tentu sangat membantu kami, karena menghasilkan prestasi, tidak mungkin lagi kita menggunakan cara-cara konvensional. Sport science harus dijadikan sebagai pemandu utama prestasi nasional. Tanpa itu, lupakan mimpi besar yang ada,” tegas Menpora Amali.

Menurut Menpora Amali, terobosan luar biasa dari PB TI sejalan dengan amanat dan tujuan pemerintah yang tertuang dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

“Dan ini sejalan dengan apa yang sedang kita tuju. Kita sekarang punya DBON. Kita harus cetak juara, juara tidak bisa kita dapatkan dengan ditunggu tanpa disiapkan dan tidak dipersiapkan lapisan di bawahnya,” urai Menpora Amali.

“Untuk itu juara harus di pabrik dan DBON adalah pabrik juaranya, mengatur dari kebugaran hingga prestasi. Karena tidak mungkin akan mendapatkan talenta atlet yang berprestasi di tengah masyarakat yang tidak bugar,” tambahnya.

Menpora Amali merasa optimis dengan perbaikan disisi tata kelola organisasi, mimpi besar prestasi olahraga nasional akan terwujud. 

“Kehadiran saya, Ketua KONI, Ketua PBTI sama. Yaitu melayani bangsa Indonesia melalui prestasi. Mempersiapkan prestasi yang membanggakan dan akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, meski tidak mudah dan banyak tantangan,” pungkas Menpora Amali.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Thamrin Marzuki menyampaikan, PBTI resmi meluncurkan TIIS sebagai aplikasi layanan administrasi dan data terpadu berbasis digital platform diperuntukkan untuk seluruh kebutuhan aktivitas taekwondo.

“TIIS ini sebagai database keanggotaan dan mengetahui sejauh mana populasi dan perkembangan taekwondo di Indonesia. Sejauh mana kuantitatif dan analisis potensi sumber daya baik atlet, pelatih dan wasit taekwondo Indonesia,” kata Thamrin. 

“Juga untuk mempermudah registrasi dan penilaian dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik untuk diklat kepelatihan pelatih dan wasit, dan sebagai sarana untuk mempermudah penilaian Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup dan UKT DAN,” tambahnya.

Selain itu, TIIS juga berfungsi sebagai sistem layanan administrasi manajemen dan tata kelola kepengurusan organisasi taekwondo dari tingkat dojang, pengkot/pengkab, pengprov sampai dengan pengurus besar.

“Juga sebagai sarana mengetahui daftar pemeringkatan atlet, sebagai layanan kebutuhan untuk pelaksanaan kejuaraan taekwondo yang dilaksanakan level provinsi, nasional dan internasional,” urainya. (ba)

Komentar