oleh

Menpora Amali Harap Pemuda Kaltim Dapat Manfaatkan Peluang Setelah Ditetapkan IKN

Dengar.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali meminta para pemuda Kalimantan Timur (Kaltim) memanfaatkan peluang dan menyiapkan diri setelah ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim, salah satunya dengan menjadi wirausahawan atau entrepreneur.

Hal ini disampaikan Menpora Amali dalam sambutannya saat membuka Kuliah Penumbuhan Minat Kewirausahaan dengan tema ‘mewujudkan generasi muda mandiri dan berkuliatas melalui kewirausahaan’ secara virtual. Acara ini sendiri dilakukan secara hybrid yang dipusatkan di Hotel Mercure, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (7/4) siang.

judul gambar

“Untuk Kalimantan Timur saya kira satu potensi yang luar biasa karena sudah ditetapkan menjadi Ibukota Negara Nusantara. Ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pemuda, tentu yang paling diprioritaskan adalah mereka yang ada di sekitar kawasan Ibu Kota Negara,” kata Menpora Amali.

Baca juga: Rektor UNP, UNAND dan LLDIKTI Wilayah 10 Apresiasi Pada Menpora Amali Atas Dukungan Untuk POMNAS XVII

Namun demikian, jika para pemuda setempat tidak siap atau tidak menyiapkan diri dengan baik, maka peluang tersebut akan diisi oleh para pemuda atau masyarakat dari daerah lain.

“Pak Presiden Joko Widodo sudah mendorong supaya masyarakat Kalimantan Timur bersiap, siap mental, siap fisik, siap dengan kreativitas, bagaimana mengisi kegiatan-kegiatan yang ada dalam Ibukota Negara yang Insya  Allah akan segera terwujud, salah satunya adalah dengan menjadi jadi entrepreneur, wirausahawan dengan berbagai usaha-usaha yang akan menopang kebutuhan dari Ibukota.

Sehingga masyarakat yang ada di Kalimantan Timur benar-benar merasakan kehadiran atau ditetapkannya Ibukota Negara Nusantara di Kalimantan timur,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali juga memaparkan bahwa saat ini pihaknya di Kemenpora memiliki program-program prioritas, diantaranya penumbuhan minat kewirausahaan di kalangan pemuda. Hal ini dilakukan karena Indonesia adalah salah satu negara yang mendapatkan bonus demografi dimana usia produktif akan lebih banyak.

“Bahkan sekarang sudah mulai kita rasakan, dalam bonus demografi ini usia terbanyaknya adalah kaum muda kita, para pemuda bahkan pemuda dalam struktur populasi penduduk Indonesia itu sekitar 25 persen kurang lebih dari jumlah penduduk Indonesia,” jelasnya. 

Potensi tersebut merupakan salah satu potensi yang luar biasa dahsyat yang harus kembangkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, kalau bonus demografi tidak dikelola dengan baik bukan manfaat yang didapatkan, tapi akan mudharat bagi bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong dalam salah satu programnya supaya pemuda ini menjadi kreatif, inovatif, dan mempunyai kemampuan untuk bersaing serta kemandirian dan tentu yang kita paling dorong adalah semangat kewirausahaan,” paparnya.

Baca juga: Menpora Amali POMNAS XVII Terus Berkoordinasi Dengan KONI Pusat

Dikatakan Menpora Amali, salah satu ukuran kemakmuran suatu negara yakni seberapa besar masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan. Negara yang makmur memiliki jumlah wirausahawan sekitar 5 persen dar jumlah populasi. Sementara Indonesia masih sekitar 3 persen.

“Kita tertinggal dari angka presentasi dengan masyarakat-masyarakat negara lain, negara Malaysia sudah di atas kita persentasenya apalagi dibandingkan dengan Singapura. Kalau kita bandingkan dengan yang lebih jauh lagi Amerika, Tiongkok, dengan negara-negara Eropa lainnya persentase penduduk yang bergerak di bidang wirausaha sangat jauh,” katanya. 

Sehingga, Kemenpora mendorong kalangan para pemuda dan masyarakat umum untuk berwirausaha, salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan kurang lebih 30 perguruan tinggi untuk melaksanakan kuliah kewirausahaan pemuda. 

Harapannya agar ketika mereka masih berada di perguruan tinggi memiliki semangat kewirausahaan, sehingga setelah lulus dari perkuliahan di kampus mereka akan menjadi pelopor- pelopor kewirausahaan.

“Para lulusan-lulusan perguruan tinggi akan menjadi job creator, menjadi penyedia-penyedia lapangan pekerjaan. Bukan job seaker atau yang mencari pekerjaan kesana kemari dengan mengandalkan hasil lulusannya dan itu tidak mudah, dengan persaingan para lulusan perguruan tinggi sekarang ini baik yang negeri maupun swasta baik di dalam negeri maupun dari perguruan perguruan tinggi di luar negeri yang kembali ke tanah air,” ujarnya

Terlebih saat sekarang ini, lapangan kerja semakin sempit namun para pencari kerja semakin bertambah. Apalagi ditambah dengan mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. 

“Ini hal yang menjadi konsen kami, Kementerian Pemuda dan Olahraga, kita harus menjadi bagian untuk memecahkan persoalan, dengan demikian diharapkan masyarakat atau persentasenya wirausahawan makin hari makin meningkat,” harapnya.

Dalam acara ini sebagai keynote speech Anggota DPR Daerah Pemilihan Kaltim yang Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Rusmadi Wongso, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Dr. H. M. Asrorun Ni’am, S.Ag., M.A, dan Asisten Deputi. Kewirausahaan Pemuda Drs. Imam Gunawan, MAP. 

Komentar