oleh

Mete Songgajah Dompu Akan Dipasarkan di Perhelatan MotoGP Mandalika

Dengar.id, NTB – Salah satu Produk UMKM Kabupaten Dompu bakal dipasarkan selama event MotoGP Mandalika 18-20 Maret.

”Alhamdulillah produk mete Songgajah terpilih sebagai salah satu produk UMKM kita yang akan dipasarkan di event MotoGP,” kata Bupati Dompu Aby Kader Jaelani (AKJ), belum lama ini.

judul gambar

Dirinya mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya produk mete Songgajah Dompu sebagai salah satu produk UMKM yang bisa dipasarkan selama event MotoGP di Mandalika.

”Semoga akan bermunculan UMKM berkualitas dari Dompu, sehingga produknya bisa bersaing dengan produk – produk UMKM lain dan bisa ditampilkan pada event – event bergensi seperti MotoGP, ucap Aby Zio Sapaan akrab Bupati Dompu.

”Bagi produk UMKM yang belum lolos harus jadikan ini untuk introspeksi diri dan membenahi produknya,” sambungnya.

Sementara itu, Pemilik UMKM Songgajah, Tinar Mainati Kusumadewi mengungkapkan, terpilihnya mete Songgajah untuk mengisi booth silver di arena MotoGP Mandalika selama event MotoGP setelah melalui kurasi atau penilaian oleh tiga lembaga. Yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Pertamina, dan Dinas Koperasi UKM NTB. Pada saat kurasi, best seller produk yang ditampilkan dan yang lolos produk mete panggang.

Menurutnya, pada event MotoGP, setiap UMKM disiapkan satu booth. Untuk memaksimalkan tempat, produk olahan mete juga akan ditampilkan di stan penjualan.

Karena stan tersebut disiapkan pertamina secara gratis bagi UMKM yang lolos penilaian dan pihaknya tinggal mengisinya dengan produk penjualan. Kamis, 17 Maret 2022 ini direncanakan untuk survei lokasi dan Jumat sudah harus rampung pengisiang barang jualan, karena Jumat sore sudah steril arenanya.

Selain akan tampil mengisi booth di arena MotoGP, produk Mete Songgajah juga menjadi salah satu produk UMKM binaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif RI karena lolos kurasi nasional. Dari 300 UMKM se Indonesia, UMKM Songgajah Dompu berhasil lolos mewakili Dompu, Bima dan Kota Bima.

”Planogram itu dipasang di bandara Internasional Majdi mulai 1 sampai 31 Maret. Jadi sudah berjalan dua pekan,” ungkapnya.

Diketahui, ada tiga kemasan untuk mete yaitu 100 gram seharga Rp25 ribu, 135 gram seharga Rp35 ribu, dan 300 gram untuk harga Rp75 ribu. Sementara untuk aneka olahan mete, ada sambal mete, rempeyek mete, dan rimpang.

Komentar