SMKN 2 Dompu Kembangkan Dua Sepeda Listrik

Dengar.id, DOMPU – Tidak ingin kalah dan ketinggalan dari sekolah dan daerah lain, SMKN 2 Dompu yang berkedudukan di Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sukses berinovasi mengembangkan dua jenis sepeda listrik.

Kepala SMKN 2 Dompu Burhanuddin menjelaskan, sah satu jenis sepeda tersebut, dirancang sendiri dari nol. Sedangkan satu lagi, dirancang dengan memanfaatkan limbah sepeda.

“Kolaborasi guru dan siswa dari dua Kompetensi Keahlian (Jurusan); Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pengelasan, mampu merancang dua jenis sepeda listrik,” katanya belum lama ini.

Menurut Burhan, pengembangan sepeda listrik dilakukan baru sekitar setahun terakhir. Sejak ada kebijakan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 75 Tahun 2021 tentang Revitalisasi SMK.

Di dalamnya Pergub itu disebutkan 11 poin. Antara lain, terkait pembelajaran berbasis kompetensi. Sehingga, semua kompetisi keahlian berinisiatif membuat prodak unggulannya.

Di SMKN 2 Dompu, Kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pengelasan berkolaborasi. Guru-guru dan siswa-siswa dua jurusan tersebut merancang sepeda listrik.

Bukan hanya satu jenis. Tapi dua jenis sekaligus. Jenis pertama, dirancang sendiri dari dari nol. “Lama pengerjaannya sekitar dua hingga tiga bulan,” ungkap Burhan.

Jenis kedua, lanjut Sarjana Teknik ini, pihak sekolah memanfaatkan limbah sepeda yang diambil di rongsokan namun masih layak. “Dikerjakan sekitar tiga-empat minggu,” sambungnya.

Rancang, bangun dan lainnya sudah selesai. Bahkan peluncuran awalnya telah dilakukan Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan di SMKN 2 Dompu pada 31 Oktober 2023 lalu.

Pengoperasian Mudah, Bisa Dipakai Anak-anak Hingga Dewasa
Burhan kemudian menjelaskan data sementara dan hasil uji coba sepeda listrik yang memanfaatkan limbah sepeda. “Ketahanan baterainya mampu mencapai jarak sampai 15 kilometer (Km), dengan kecepatan rata-rata maksimal 40 Km/jam,” bebernya.

Menariknya, sepeda listrik buatan SMKN 2 Dompu ini dapat dipakai dari anak-anak usia SD hingga orang dewasa. “Meski sasaran ‘pasar’ sepeda listrik ini kedepan untuk anak-anak, namun bisa juga dipakai oleh orang dewasa,” tegas Burhan.

Pengoperasional sepeda listrik ini relatif mudah. Kalau baterainya habis, bisa didayung. “Sudah beberapa kali diujicoba di kecamatan Dompu dan Woja. Alhamdulillah, tidak ada kendala,” urainya.

“Rencana kita kedepan, kedua jenis sepeda listrik akan dikembangkan lagi. Terlebih rekan-rekan guru yang punya sepeda di rumah juga ingin mengonversikan ke sepeda listrik,” papar Burhan.

Hanya saja, saat ini yang menjadi tantangan dan kendala SMKN 2 Dompu dalam pengembangan sepeda listrik ini adalah spare park yang sulit didapatkan di Dompu.

“Untuk sementara ini, kendala itu kita atasi dengan bantuan teman-teman nolen di luar daerah, sepeda Mataram,” papar Burhan.

Targetkan, Sepeda Listrik Membumi

Selain Pergub tentang Revitalisasi SMK, ada hal lain ikut memotivasi SMKN 2 Dompu mewujudkan sepeda listrik.

Apa saja itu?

Disamping sesuai kompetensi keahlian di sekolah, juga melihat perkembangan zaman dan teknologi di era sekarang. “Masyarakat luas sudah mulai familiar dengan sepeda listrik,” urai Burhan.

SMKN 2 Dompu menargetkan, kedepan sepeda listrik ini akan membumi di Kabupaten Dompu. Apalagi animo peserta didiknya terhadap pengembangan sepeda listrik ini dianggap begitu luar biasa.

Dengan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, anak-anak kita dorong untuk membuka tempat servis,” imbuhnya.

Burhan optimis rencana dan harapan itu akan mampu diwujudkan. Keyakinan tersebut karena didukung SDM pengajar di dua jurusan.

Kompetensi Keahlian Listrik, cukup memadai. Lima orang sudah S1, bahkan ada yang S2. Jurusan Teknik Pengelasan, juga sama. “Pengajarnya sudah ada tiga orang, S1 semua,” jelasnya.

author avatar
arif dengar.id

Komentar