oleh

Pastikan Pembangunan RSUD Masbagik, Lombok Timur Akan Miliki Lima RSUD

Dengar.id, NTB – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) dengan memperbanyak fasilitas kesehatan.

Bupati Lotim Sukiman Azmy, mengatakan komitmennya untuk merealisasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masbagik tipe D Pratama.

judul gambar

”Realisasinya bukan dimulai tahun 2023 mendatang, melainkan mulai tahun 2022 ini,” katanya saat bersilaturahmi dengan masyarakat Masbagik di Ruang Rapat Bupati, Selasa (29/03/2022).

Dikatakannya, pemerintah akan mengupayakan pengaggarannya pada APBD perubahan 2022 mendatang. ”Sedikitnya Rp. 10 M akan dialokasikan untuk pembangunan Instalasi gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL),” jelasnya.

Lanjut Sukiman, dana yang sedianya untuk rehabilitasi Puskesmas Masbagik pasca gempa dengan alokasi Rp.750 juta, akan dimanfaatkan menyusun detail engineering design (ded) dari rencana RSUD tersebut.

Lebih lanjut Bupati dua periode ini menuturkan, RSUD Masbagik menjadi salah satu upaya mendekatkan sekaligus melengkapi akses layanan kesehatan bagi masyarakat Lotim.

Sementara itu, Kadikes Lotim Pathurrahman, menjelaskan, hingga saat ini ‘Gumi Patuh Karya’ sudah memiliki tiga RSUD.

Pertama, RSUD dr Raden Soedjono Selong; kedua, RSUD Lotim Labuhan Haji; dan ketiga, RSUD Patuh Karya Keruak

Dikatakannya, selain RSUD Masbagik, dalam waktu dekat juga akan dibangun RSUD di Suela dengan dana bersumber dari Pemerintah Pusat senilai Rp. 40 milyar.

”RSUD tersebut semula akan dibangun di Kecamatan Aikmel atau Lenek. Akan tetapi karena jarak dua kecamatan ini dinilai Pemerintah Pusat masih terlalu dekat dengan RSUD dr. R. Soedjono Selong, maka lokasinya digeser ke Kecamatan Suela,” bebernya.

Pemindahan ini juga, lanjut Pathurrahman, yang mendukung semakin kuatnya rencana keberadaan RSUD di Masbagik,” sambungnya. ”Jika dipastikan pembangunan dua RSUD ini, maka warga Lotim akan memiliki lima RSUD,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Lotim yang memiliki penduduk 1,3 juta jiwa dengan luas wilayah yang signifikan membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai. “Ini merupakan upaya kita dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tandasnya.

Dalam upaya tersebut, ada tiga hal yang mesti dipersiapkan. Yakni bangunan, alat-alat kesehatan, dan SDM yang memadai. Di sisi lain, kemunculan fasilitas kesehatan di setiap titik juga diharapkan menjadi pemicu terjadinya persaingan yang mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan.

Kata Pathurrahman, harapan yang ingin dicapai adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dengan banyaknya fasilitas kesehatan yang ada, maka masyarakat bisa memilih. Kebebasan masyarakat memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tertentu akan tergantung dari pelayanan yang diberikan.

“Sehingga ini dapat menjadi persaingan yang dampaknya meningkatkan kualitas pelayanan dari faskes itu sendiri,” terang Pathurrahman.

Komentar