Partai Golkar Godok Empat Kandidat Bacagub NTB, Akan Ada Satu Nama Resmi Diusung

MATARAM – Partai Golkar menggodok empat nama kandidat Bakal Calon Gubernur NTB. Kini keempat yang telah diumumkan sebelumnya itu yakni Politisi senior Golkar Suhaili FT, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, Walikota Mataram Mohan Roliskana dan Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi.

Sekretaris Golkar NTB Firadz Pariska mengatakan, dari empat bacakada itu, nantinya Golkar akan mengerucutkan kembali di dua survei berikutnya. Setelah survei pertama rampung dilakukan.

Lebih spesifik, ia mengatakan, kemungkinan besarnya akan ada proses mengeliminir keempatnya di ujung atau sesaat menjelang pendaftaran ke KPU.

“Seiring waktu berjalan akan ada yang mengundurkan diri karena progres survei yang tidak bagus,” jelasnya Rabu, 12 Juni 2024.

Dengan demikian, hanya akan ada satu nama nantinya, yang resmi akan diusung oleh partai Golkar. Ditanya apakah itu Suhaili, karena progresnya cukup bagus disurvei awal, Firadz tak ingin terlalu jauh menjawabnya.

Menurutnya, masih ada peluang dari tiga kompetitor lainnya.
“Kita sudah kasih tugas setelah survei ini, agar menaikan elektabilitasnya, nanti diakhir bisa jadi ada perubahan, gitu ya,” paparnya.

Meski, DPP lah yang akan menentukan semuanya, tetapi kemungkinan hasil survei tersebut akan jadi pertimbangan utama dari DPP untuk menetapkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Golkar.

“Itu ranah DPP dalam menentukan. Yang pasti setelah semua protes selesai, pihak DPP akan merapatkan bersama kami, terkait situasi terkini di daerah, kita tunggu saja,” terangnya.

Disisi lain, Direktur LSI Denny JA, Adji Alfaraby mengungkapkan satu nama yakni Mohan Roliskana, yang ketika disurvei untuk Kota Mataram cukup tinggi. Bahkan tidak ada lawan yang mendekatinya perolehan surveinya.

“Sudah cukup konklusif hasilnya di Kota Mataram, hanya Matahari Tunggal, begitu powerfull, dari sisi pemilih maupun elektabilitas,” ungkapnya.

“Satu-satu nya yang bisa melawan beliau hanya atau orang yaitu pak wakil walikota,” tandasnya.

author avatar
arif dengar.id

Komentar