oleh

Profil Perusahaan Pemberangkat Jamaah Haji Furoda yang Dideportasi. Beroperasi Sejak 2014 dan Catut Alamat Penginapan (3/*).

Dengar.id, Jakarta – Publik tanah air terutama umat islam dibuat sumbringah oleh aksi nekat PT Alfatih Travel Indonesia yang berani memberangkatkan 46 jamaah haji jalur Furoda.

Pasalnya, sebagaimana diketahui Haji furoda visanya merupakan undangan langsung dari pemerintah kerajaan Arab Saudi. Visa dikeluarkan oleh setiap kedutaan negara tanpa menunggu antrian.

judul gambar

Sehingga, dapat dikatakan bahwa jalur haji ini merupakan pelaksanaan haji yang tidak perlu menunggu antrian karena pelaksanaannya tidak termasuk ke dalam pelaksanaan haji reguler maupun haji khusus.

Namun, bukan itu yang membuat publik tanah air Ingin tahu lebih tau tapi soal PT Alfatih Indonesia Travel.

Pimpinan perjalanan dari PT Alfatih Indonesia Travel Ropidin mengaku, praktik ini telah dilakukan sejak 2014 lalu. Bahkan 2015 travelnya tersandung kasus Kepulangan Jamaahnya di Filipina.

“Praktik kami sudah dilakukan bertahun-tahun sejak 2014. Bahkan pada 2015, travelnya sempat tersandung kasus kepulangan lantaran diketahui menggunakan visa asing juga,” katanya.

“Sejak dari Indonesia saya sebenarnya sudah ada keraguan. Tapi ini kita coba karena visa dari Indonesia tak kunjung terbit,” sambungnya.

Berdasarkan penelusuran, perusahaan tersebut beralamat di Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Namun lokasi sesuai alamat tersebut bukan kantor PT Alfatih Indonesia Travel melainkan sebuah penginapan bernama Cahaya Panorama.

Pun demikian dengan nomor bangunan PT Alfatih Indonesia Travel juga tidak ada di Jalan Panorama. Sebab penginapan Cahaya Panorama merupakan bangunan nomor 35.

Gabriel Yonatan, resepsionis penginapan Cahaya Panorama mengatakan jika bangunan tempatnya bekerja sejak beberapa tahun silam sudah berupa penginapan.

“Dari awal memang penginapan, belum pernah ada perusahaan itu. Karena pemiliknya kan orang cina, jadi enggak ada urusannya dengan penyelenggaraan haji dan umrah,” ungkap Gabriel kepada wartawan.

Gabriel mengatakan pihaknya cukup dirugikan dengan pencatutan alamat penginapan sebagai alamat perusahaan penyelenggara haji dan umrah yang sedang tersandung masalah.

“Sebetulnya cukup dirugikan juga, karena memang tidak ada perusahaan itu. Dari kemarin banyak yang datang untuk konfirmasi soal itu,” tutur Gabriel.

Komentar