Mimika-Peran pemuda Mimika pada dasarnya memiliki kemampuan yang luarbiasa untuk mengembangkan dirinya sendiri dan daerahnnya, akan tetapi potensi itu tidak disadari. Kita generasi papua hidup diatas tanah kaya dan penuh anugerah,namun kita masih kebingungan dalam menentukan arah dan tujuan untuk kamajuan daerah tercinta.
Hadir sebagai bagian dari KNPI,saya menyaksikan langsung kondisi pemuda dengan cita-cita besar dan semangat tinggi, disisi lain ada pula bagian dari generasi muda, belum punya arah dan tujuan dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Situasi kompleks yang dihadapi oleh generasi muda Mimika,banyak yang berbicara kemajuan akan tetapi kebingungan harus mulai dari mana. Kemudian ada juga yang akhirnya apatis dan mengabaikan untuk mendiskusikan perkembangan,sehingga tenggelam dalam aktivitas yag tidak memberikan dampak dalam mendukung kemajuan.
Harus kita akui bahwa kesempatan memang belum terbuka sepenuhnya. Maka dari itu, kita tidak bisa terus berdiam diri dalam ketidakpastian. Semua dibutuhkan proses dan kerja keras yang dimulai dari diri sendiri. Melangkah dari kampung,distrik dan lingkungan kita, tanpa harus menunggu pemerintah,menunggu program atau hanya menunggu bantuan yang akan membuat generasi tidak bergerak dan beranjak dari ketertinggalan.
Sebagaimana diketahui Mimika bukanlah daerah yang tanpa peluang. Kita sadar memiliki kekayaan alam,potensi ekonomi lokal,budaya yang kuat,hingga pariwisata yang menjajikan. Peluang itu,sebenarnya sudah didepan mata, namun belum bisa dimanfaatkan oleh pemuda untuk dijadikan sumber ekonomi lokal.
Hal itu tidak akan terlaksana apabila pemuda-pemuda tidak bergerak untuk menjemput peluang supaya kedepannya tidak menjadi penonton. Pemuda harus menjadi lokomotif dalam mengembangkan usaha kecil menengah,melesatarikan budaya dan membangun kemandirian, selain sebagai proses membantu keluarga juga bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat.
Berbicara kemajuan pasti memiliki tantangan yang harus dihadapi,saya menilai pemuda belum memiliki kesepakatan dan cenderung berjalan sendiri-sendiri dalam berbicara kemajuan. Perbedaan kelompok dan kepentingan masih menjadi persoalan yang membuat arah diskusi dan pandangan pemuda belum sejalan.
Sebenarnya,itu dipandang sebagai hal yang bisa diselesaikan,jika kita duduk bersama membangun dialog,menciptakan ruang kerjasama dalam membangun daerah. Tentu saja hal itu akan terlaksana dengan baik ketika pemuda bersatu, untuk mengejar mimpi besar yang berkemajuan.
Pemuda Mimika perlu mengubah cara pandang untuk menanamkan pemikiran bahwa, kita bukan masyarakat pinggiran yang hanya bisa berdiam diri dan bermimpi tentang kemajuan,sejatinya kita harus menjadi tuan rumah ditanah sendiri yang menjadi aktor utama dalam membangun daerah dan bangsa.
Besar keyakinan saya, ketika pemuda Mimika bergerak bersama dengan konsisten hasilnya akan perlahan terlihat. Hal demikian tidak harus langsung berdampak besar akan tetapi, yang terpenting pemuda berani memulai dari hal-hal kecil dan sederhana yang dapat memberi dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Harapan saya, pemuda Mimika tidak hanya menjadi bagian dari cerita masa depan, tetapi menjadi pelaku perubahan hari ini. Kita bekerja, kita membangun, dan kita menjaga tanah ini bersama-sama.







Komentar