Awal Tahun 2024, BMKG Catat Sebagian Wilayah NTB Terjadi Peningkatan Curah Hujan

Dengar.id, MATARAM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan 2023/2024 dan sebagiannya masih berada pada masa peralihan.

BMKG Stasiun Klimatologi NTB menyatakan, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Desember 2023 secara umum dalam kategori Rendah (0 – 50 mm/dasarian) hingga menengah (101 – 150 mm/dasarian).

Sementara itu, curah hujan dengan intensitas tinggi (151 – >300 mm/dasarian), diperkirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Yuhanna Maurits mengatakan, sifat hujan pada dasarian III Desember 2023 di wilayah NTB, umumnya pada kategori Bawah Normal (BN).

Kecuali di wilayah Mataram, di sebagian kecil wilayah tengah Pulau Lombok, dan sebagian Sumbawa terjadi hujan dengan katagori Atas Normal (AN).

“Curah hujan tertinggi di pos hujan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 215 mm/dasarian,” kata Yuhanna, dalam rilis resmi BMKG, pada Minggu, 31 Desember 2023.

Kemudian berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) Provinsi NTB secara umum bervariasi dari sangat pendek (1 – 5 hari) hingga kategori menengah (11-20 hari), yaitu terjadi di Lombok Barat.

“HTH terpanjang tercatat di beberapa pos hujan di Lombok Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi NTB juga mencatat, pada dasarian I Januari 2023 (1 – 10 Januari 2024) diperkirakan curah hujan di wilayah NTB umumnya akan berada pada kategori rendah hingga sedang.

Curah Hujan dengan intensitas 20 – 50 mm/dasarian memiliki probabilitas kejadian 70 persen hingga kurang lebih 90 persen yang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi NTB.

“Peluang curah hujan lebih dari 50mm/dasarian berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Lombok, Gunung Tambora di Dompu dan meluas di wilayah Sumbawa hingga Sumbawa barat dengan probabilitas kejadian 50 persen hingga lebih dari 90 persen,” jelasnya.

Karena itu, pihak BMKG NTB mengimbau kepada masyarakat agar perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang turun untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya.

“Tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan Anda ke depan dan tetap selalu menjaga kesehatan,” tutupnya.

author avatar
arif dengar.id

Komentar