Data Perdagangan Menunjukan Tingginya Minat Pelaku Pasar terhadap Saham BUMI meski sempat koreksi Dalam

Jakarta – Pergerakan pasar saham Indonesia pada perdagangan hari ini menunjukkan volatilitas tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 8.886,07 atau turun 0,57%, setelah sempat mengalami tekanan jual tajam secara intraday sebelum akhirnya melakukan rebound terbatas.

Analis Jaringan Media Pemuda Indonesia (JAMPI), Yudi Suparta, menilai koreksi IHSG dipicu oleh tekanan jual masif yang terjadi hampir merata di pasar, namun masih disertai aktivitas beli di level bawah.

 “Tekanan jual hari ini cukup signifikan dan sempat memicu penurunan tajam IHSG. Namun, rebound yang terjadi menunjukkan masih adanya kepercayaan investor untuk melakukan akumulasi selektif di harga diskon,” ujar Yudi Suparta.

Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham sektor energi ini sempat mengalami koreksi dalam dengan tekanan jual kuat, bahkan menyentuh area terendah di kisaran 406 sebelum akhirnya bangkit dan ditutup di level 444 atau melemah 3,90% dibanding penutupan sebelumnya.

Menurut Yudi, pergerakan BUMI mencerminkan karakter saham volatil dengan minat transaksi yang masih tinggi.

“BUMI sempat mengalami sell-off cukup dalam, namun menariknya mampu rebound cepat. Ini menandakan adanya respons beli yang agresif di area bawah. Secara psikologis, ini bisa disebut sebagai fase ‘reborn’ setelah tekanan ekstrem,” jelasnya.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi BUMI mencapai 77,59 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp3,44 triliun, mengindikasikan tingginya minat pelaku pasar meski di tengah tekanan.

Yudi menambahkan, selama harga BUMI mampu bertahan di atas area support psikologis 400, peluang pergerakan teknikal jangka pendek masih terbuka, meskipun risiko tetap tinggi.

 “BUMI masih menarik untuk trader agresif, namun investor tetap perlu disiplin dalam manajemen risiko. Pasar saat ini belum sepenuhnya stabil,” tegasnya.

Komentar