Melalui Kementan RI Kabupaten Sumedang Terpilih Sebagai Tuan Rumah Pembinaan dan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pangan Nasional

Dengar.id, SUMEDANG РKabupaten Sumedang terpilih sebagai tuan rumah pembinaan dan penyuluhan terkait peningkatan produksi pangan nasional oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Acara bertemakan Pembinaan, Penyuluhan Pertanian dan Petani serta Food Estate Partisipatif Provinsi Jawa Barat dalam Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional itu digelar di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (30/1/2024).

Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam kesempatan itu akan diserahkan pula bantuan berupa komoditas pertanian serta hewan ternak dengan total senilai Rp19,5 miliar bagi para petani dan peternak di Kabupaten Sumedang.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc mengungkapkan alasan terpilihnya Kabupaten Sumedang sebagai lokasi dalam kegiatan tersebut.
Hal itu, sambung Nastulllah, lantaran Kabupaten Sumedang memiliki suatu program bernama Starbak (Satu Hektar Buruh Tani Bangkit) atau Satu Hektar Satu Desa yang sejalan dengan program pemerintah pusat.

“Ketahanan nasional itu harus dimulai dari desa, tiada arti ketahanan pangan nasional kalau desanya bersoal. Nah kalau ketahanan pangan seluruh desa sudah kuat maka selesai, itulah namanya ketahanan nasional yang paripurna,” papar Nasrullah dengan didampingi Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman saat jumpa pers bersama wartawan, Senin (29/1/2024) sore.

Nasrullah melanjutkan, kehadiran Kementerian Pertanian dalam kegiatan tersebut yakni sebagai upaya untuk mengakselerasi program tersebut demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam hal ini, kata Nasrullah, padi dan jagung menjadi komoditas prioritas dalam pengembangan program tersebut. Hal itu lantaran komoditas padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia.

“Sementara jagung kaitannya dengan peternakan karena jagung itu 90 persennya untuk pakan ternak khususnya untuk peternakan ayam potong dan ayam petelur, karena itu (ayam dan telur) sumber protein termurah untuk bangsa menuju Indonesia Emas,” terangnya.

Dengan menjadi tuan rumah acara tersebut, Kabupaten Sumedang menerima bantuan dari Kementan berupa hewan ternak dan komoditas pertanian dengan total senilai Rp19,5 miliar yang diperuntukan khusus bagi para petani dan peternak.

Dengan perincian, bantuan 50 ekor hewan ternak bagi kelompok peternak dari Kementan, bantuan 412,5 ton benih padi dan bantuan 217,5 ton benih jagung dari Dirjen Tanaman Pangan. Kemudian bantuan 33 ribu batang benih hortikultura bagi LMDH Kabupaten Sumedang dari Dirjen Hortikultura.

Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman memaparkan, program Satu Hektar Satu Desa merupakan kolaborasi dengan suatu program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTM-GRMD).

“Jadi pada 2023 kita gulirkan kegiatan tematik Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa yang didalamnya ada skema program Satu Desa Satu Hektar. Lantaran program ini dirasa sebuah terobosan maka kita langsung piloting (diuji cobakan) di 26 desa,” ungkap Herman kepada wartawan.

Dalam pelaksanaan, sambung Herman, selain melibatkan para petani dan mahasiswa, program tersebut juga melibatkan unsur PPL, Perangkat Desa, Babinkantibmas dan Babinsa. “Desa menyiapkan lahannya satu hektar dan kami selaku pemerintah daerah memberikan stimulus berupa pupuk dan sarana produksi pertanian,” terangnya.

“Bahkan untuk kebutuhan pupuk Kodim 0610 yang turut andil dalam kegiatan ini jauh-jauh hari telah mempersiapkannya,” ujarnya menambahkan.

Herman menyebut, komoditas pertanian yang dihadilkan dari program tersebut dapat dilihat seperti padi dan jagung di antaranya di wilayah Desa Citengah dan Situraja Utara.

Atas keberhasilnya itu, Pemda Kabupaten Sumedang pun berencana akan lebih menggalakan program Satu Hektar Satu Desa di 251 desa/kelurahan se-Kabupaten Sumedang pada tahun 2024.

“Putaran pertama program tersebut dimulai pada 23 September 2023 dan berakhir di 23 Januari 2024, program itu akan dilanjut pada 2024 dan saat ini sudah ada 111 perguruan tinggi yang telah bergabung,” ucapnya.

author avatar
arif dengar.id

Komentar