Milad ke-25 UKM Musik UMMAT Gelar Seminar Pemuda Kreatif

MATARAM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), sukses menggelar kegiatan seminar bertemakan “Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif” bertempat di Auditorium UMMAT.

Kegiatan yang digelar pada tanggal 16 Mei 2024, dihadiri sejumlah aktivis kampus dengan berbagai latar belakang ilmu dan organisasi kemahasiswaan.

Ketua Umum UKM Musik UMMAT, Agam Sulaima dalam sambutannya menjelaskan, tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk berbagi informasi terkait kebijakan pemerintah dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif, strategi pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi ekonomi kreatif, serta berbagi pengalaman pelaku ekonomi kreatif dalam merintis dan mengembangkan usahanya.

“Hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden RI, bahwa Indonesia sudah harus memasuki gelombang ekonomi keempat yaitu gelombang ekonomi kreatif, di mana ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, pria asal Lombok Timur ini menuturkan, kegiatan seminar ini merupakan salah satu rangkaian dari Milad ke-25 UKM Musik UMMAT.

“Rangkain acara milad ini 16 -18 Mei, dimulai dari Seminar ini, reggae fest dan hari puncak milad (Meet and greet dengan para alumni),” jelasnya.

Agam menuturkan, dalam perayaaan hari lahir 25 tahun ini pihaknya mengambil sisi tampilan yang berbeda dengan milad yang sebelum-sebelumnya.
“Kali ini berkat saran dan masukan beberapa alumni, UKM Musik UMMAT menonjolkan sisi eksistensi organisasi mahasiswa dan aktivisme. Jadi kami ingin, UKM Musik dan aktivis ukm lainnya juga dipandang penting bisa memberi warna keilmuan, keilmiahan dan tidak termakan dengan perkembangan era digital saat ini,” papar Mahasiswa semester 8 Fakultas Bahasa Arab ini.

Adapun selaku narasumber kegiatan ini founder Biuus Media dan Pemuda.co.id, Annas Fitrah Akbar, M. Pd. Selanjutnya, Kaprodi Ekonomi Syari’ah UMMAT, Novi Yanti Sandra Dewi, Lc, ME.

Dalam pemaparannya, kedua narasumber memantik para peserta agar bisa mempertahankan eksistensi dengan berorganisasi menghasilkan karya dan prestasi yang Out of the box.

“Mahasiswa dan aktivis-aktivis yang seperti ini jarang ada, mereka-mereka ini adalah orang pilihan yang tumbuh pada masa-masa tertentu. Jadi, menurut saya era/masa digital ini lah tepatnya mereka ada dan eksis menghasilkan karya dan prestasi juga cuan,” jelas Annas.

Calon Doktor Ilmu Linguistik UNJ ini menyampaikan, setiap manusia diberkahi kreativitasnya masing-masing. Namun, tidak semua dapat mengembangkannya menjadi suatu hasil karya nyata yang akan berguna bagi masyarakat lainnya.

“Maka dari itu, industri kreatif hadir untuk menjadi wadah bagi orang-orang yang memiliki ide serta gagasan cemerlang untuk dapat mengolah kreativitasnya,” paparnya.

Menurutnya, kreativitas seseorang sudah sepatutnya dimanfaatkan untuk menciptakan kesejahteraan serta membuka lapangan pekerjaan. Dengan sumber daya manusia yang dimanfaatkan dengan cara yang tepat, industri kreatif diharapkan dapat menghasilkan sebuah karya tanpa mengeksploitasi sumber daya alam yang berlimpah.

“Ada 17 jenis subsektor industri kreatif diakui oleh negara, yakni pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan dan aplikasi. Silahkan anda-anda pilih passion, hoby dan skill nya dimana, kembangkan dan hasilkan karya yang bercuan,” imbuh pria yang aktif di pengurus DPP KNPI ini.

Sementara itu, Novi Yanti Sandra Dewi, Lc, ME menjelaskan, bahwa setiap orang punya kemampuan dan kesempatan untuk mengekspresikan dirinya melalui musik dan karya-karya terbaiknya.

“Mereka bisa mendengarkan musik karya seorang musisi atau bahkan menciptakan musiknya sendiri. Nggak harus dibuat dengan lirik puitis dan irama yang rumit, musik juga bisa diciptakan dengan bahasa sederhana atau kehidupan sehari-hari juga memberi nilai atau pesan kebaikan serta kemaslahatan bagi pendengarnya. Ini harus kita dukung dan terus kembangkan sebagai bagian dari syiar kebaikan dan metode dakwah yang mempuni di era kekinian,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Kaprodi Ekonomi Syari’ah ini mengajak para aktivis mahasiswa dan kelompok-kelompok mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan terus update perkembangan tehnologi informasi dan digital sebagai bagian dari kesiapan mereka menghadapai dunia sebenarnya setelah selesai kuliah.

“Ayo jangan ketinggalan dan termakan oleh jaman, dunia sudah sangat canggih dan era digital menawarkan berbagai platform medsos yang membuat kita bisa berkarya, berprestaai, berpenghasilan dan selalu berbuat kebajikan untuk ummat manusia dan jagat raya ini,” pungkasnya.

Diketahui, hadir dalam kegiatan ini Rektor UMMAT Dr. Abdul Wahab, MA yang diwakili oleh Warek III Dr. Erwin, M. Pd, Kabag Kemahasiswaan UMMAT, Amil, M. Sos dan beberapa perwakilan civitas akademik. Adapun, pembukaan kegiatan seminar ini, diisi dengan berbagai acara hiburan, tari tradisional, akustik anggota UKM Musik dan bagi-bagi merchandise.

author avatar
arif dengar.id

Komentar