Pendemo Pro dan Kontra Prabowo-Gibran Didiskualifikasi Karena Saling Serang

JAKARTA – Massa yang pro dan kontra pasangan pemenang Pemilu 2024 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka didiskualifikasikan saling serang di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/03/2024).

Kedua kubu berorasi di dua titik yang berlawanan. Namun, tiba-tiba sejumlah pendemo dari kubu pro menghampiri kubu kontra. Mereka marah dan menunjuk-nunjuk ke arah pemimpin aksi kubu kontra yang berdiri di atas mobil komando.

Melihat ketegangan itu, Polisi pun segera menenangkan dan menghadang mereka. Namun, permintaan itu tidak diindahkan.

Para pedemo dari kubu pro tetap memaksa untuk menghampiri lawannya. Tak lama kemudian, suasana memanas ketika kedua kubu saling melempar batu. Tidak hanya sekali, dua kali, aksi itu terjadi selama beberapa menit.

Beberapa pedemo yang berhasil lolos dari barikade polisi juga ditahan agar cekcok tidak berlangsung lebih jauh.

Setelah suasana lebih tenang, polisi membujuk pedemo dari kubu pro agar kembali ke tempat orasinya. Kemudian, barulah kubu pro saling mengarahkan rekannya agar kembali satu komando dan balik kanan ke tempat asalnya. Lalu, kedua kubu saling melanjutkan orasi masing-masing.

Akibat adanya aksi demontrasi ini, Polisi menutup Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Presiden. Akses jalan menuju istana dibarikade menggunakan beton berukuran tinggi. Sehingga, massa aksi tidak bisa melintas menuju gedung Mahkamah Konstitusi dan sekitarnya di jalan Medan Merdeka Barat.

“Kegiatan penyampaian pendapat di sekitar Kawasan Bundaran Patung Kuda Monas, arus lalu lintas di yang menuju Jl Medan Merdeka Barat/Harmoni dialihkan sementara,” demikian bunyi cuitan TMC Polda Metro Jaya melalui Twitter @TMCPoldaMetro.

Masyarakat yang ingin melintas dapat mengambil alternatif jalan melalui Jalan Abdul Muis dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sebagai informasi, Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan sebanyak 1.233 personel untuk mengawal sidang Perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi ini.

author avatar
arif dengar.id

Komentar