Tiga Miliar Data Asal Indonesia Bocor dan Beredar di Internet

JAKARTA – Tiga miliar data asal Indonesia terkait perusahaan, kementerian, lembaga, dan masyarakat bocor juga beredar di internet.

Demikian dikatakan Chief Cyber Officer Peris.ai Feri Harjulianto saat wawancara dengan Katadata.co.id, Jumat (28/06/2024).

Ia menjelaskan, Surfshark mencatat 156,8 juta data bocor di Indonesia sejak 2004 – 15 April. Jumlahnya setara 0,9% dari total kebocoran data secara global yang mencapai 17,2 miliar.

“Data Surfshark itu yang diumumkan di publik. Kalau kami menganalisis, bisa sampai tiga miliar,” papar Feri Harjulianto.

Menurutnya, tiga miliar data masyarakat dan pemerintah yang beredar itu bisa digunakan oleh oknum maupun hacker atau peretas untuk melakukan aktivitas kejahatan seperti penipuan alias phising, pinjaman online atau pinjol hingga judi online.

“Dengan adanya tiga miliar data yang beredar itu, phising menjadi lebih targeted. Dulu mengirim pesan ke SMS, sekarang sudah menyebutkan namanya (calon korban). Catatan kami, serangan phising paling banyak menyasar 40 tahun ke atas,” terangnya.

Feri mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi dari rekan di bidang keamanan siber, bahwa beredar email phising mengatasnamakan BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara.

Ia menduga, ada aktor lain yang memanfaatkan serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara 2 Surabaya.

author avatar
arif dengar.id

Komentar