Peluang Emas Indonesia di ASG 2024 Kembali Bertambah Usai Cabor Bola Basket Putra Indonesia Taklukan Singapura

Da Nang: Peluang emas Indonesia di 13th ASEAN Schools Games (ASG) 2024 Vietnam kembali bertambah melalui cabang olahraga (cabor) bola basket putra. Tim basket putra pelajar Indonesia lolos ke partai final setelah menaklukkan Singapura 64-55 dalam laga semifinal di Court of Sport Center, The University of Da Nang, Rabu (5/6) sore.

Sejak peluit kuarter pertama dibunyikan, baik Indonesia dan Singapura langsung bermain menekan. Hasilnya kuarter pertama berakhir ketat 15-14 untuk keunggulan Indonesia. 

Persaingan sengit memasukkan bola ke keranjang berlanjut di kuarter kedua. Halmaheranno dan kawan-kawan yang sempat memimpin di kuarter pertama mesti mengakui keunggulan Singapura yang sukses membalikkan keadaan dengan skor 23-20 di kuarter kedua.

Menghadapi ketertinggalan itu, pelatih tim bola basket putra Indonesia Rifky Antolyon lantas mencoba mengubah strategi. Perubahan strategi ini cukup sukses mengantarkan tim Merah Putih menyamakan kedudukan 32-32 sebelum akhirnya membalik keadaan dan kembali memimpin 45-39 di penghujung kuarter ketiga.

Kuarter keempat menjadi pembuktian Indonesia yang kembali memainkan strategi di kuarter ketiga. Namun Eshan Kaul dan rekan-rekannya tak mau kalah, perlahan memperkecil ketertinggalan angka Singapura atas Indonesia. 

Meski begitu Indonesia pada akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan memenangkan laga semifinal dengan skor akhir 64-55. Indonesia pun mengamankan tiket final dan akan kembali bersua Filipina untuk memperebutkan medali emas pada Jumat (7/6) mendatang.

Pelatih Rifky seusai laga mengakui anak asuhnya sempat terkendala di awal-awal permainan. Sehingga Singapura mampu mengejar angka bahkan membalikkan keadaan. Barulah kemudian di kuarter ketiga para pebasket Indonesia mampu keluar dari tekanan setelah dilakukan perubahan sistem bermain ditambah improvisasi. 

“Alhamdulillah hasilnya cukup bagus dan anak-anak terlepas dari kebuntuan. Anak-anak berhasil keluar dari tekanan Singapura sejak di kuarter ketiga,” jelasnya.

Pertemuan dengan Filipina di partai puncak sendiri bukan yang pertama bagi Indonesia. Sebelumnya Indonesia melawan Filipina di fase penyisihan grup A dan menelan kekalahan 57-65. Laga final ini pun bakal mengulang laga pemungkas ASG edisi 2019. Kala itu Indonesia kalah 72-84 dari Filipina.

“Semoga anak-anak bisa revans dan medali emas menjadi milik kita,” harap Rifky.

author avatar
arif dengar.id

Komentar