Kisah Perjalanan Umrah Mandiri Alumni Mahasiswi Tunisia, Timur Tengah

Penulis : Millata Khanifa

Labbaikallahumma labaik
Jakarta, 8 April 2024 adalah kali perjalanan pertamaku menuju baitullah (Makkah Al-Mukaramah). Sendu, haru dan tangis yang tak terbendung menghantarkan rasa bepergian menuju bandara Soekarno hatta untuk bertolak menuju Bandara Jeddah, Saudi Arabia.

Umrah ini adalah do’a yang selalu dipanjatkan dan keyakinan kepada Allah untuk dimudahkan dan dilancarkan. Hingga sampailah pada hari di mana aku diizinkan untuk berkunjung ke rumah Allah.

Jika kebanyakan orang menganggap Umrah hanya dapat dilakukan oleh orang yang mampu dan berduit, mungkin pendapat itu perlu diluruskan kembali. Sebab Allah akan memanggil siapapun hamba yang dipilihNya.

Sudah tidak jarang bukan kita mendengar banyak kisah seorang pekerja dengan keseharian pas-paskan atau kekurangan dalam memenuhi kebutuhan tetapi Allah mampukan mereka. Kisah seorang becak berangkat umrah, kisah tukang bubur naik haji dan lain sebagainya.
Tak lain dan tak bukan ialah modal do’a, tekad dan tawakal kepada Allah.

Teruslah ingat bahwa Allah maha segala-Nya.

Mari mengawali ini dari kisahku yang memantapkan dan memberanikan diri umrah mandiri.

Aku memulai semuanya di bulan agustus tahun 2023, menabung dan memupuk keyakinan akan terkumpul. Aku adalah pegawai di lembaga pemerintah yang hanya menerima insentif sebesar UMR wilayah DKI Jakarta. Tetapi selalu ada husnudzon pada Allah bahwa rezeki min haitsu la yahtasib (rezeki datang dari hal yang tak terduga).

Singkat cerita tabunganku hanya cukup untuk membeli tiket pulang-pergi, hingga Allah memberikan keajaiban dengan mengirimkan orang baik yang membiayai akomodasi selama aku di sana. Jelas inilah pertolongan Allah, Dia membukakan jalan-Nya.

Pemesanan tiket aku lakukan sendiri dengan memesan maskapai Indigo untuk keberangkatan, dan maskapai Air Asia untuk kepulangan.

Meskipun semua bisa aku lakukan sendiri, tetap saja masih membutuhkan bantuan orang lain. Dalam hal ini aku mempercayakan jasa dalam pembelian Visa, pembimbing umrah, penginapan kepada yang lebih berpengalaman yaitu Teman Gravel Tour and Travel. Dengan pelayanan dan pengarahan jarak jauh yang memuaskan, ini bisa menjadi rekomendasi buat pembaca yang juga mau nyobain umrah mandiri sepertiku. Segala budget bisa diatur sendiri dan meminta bantuan kepada mereka.

Sampainya di bandara Jeddah aku memakai bus menuju Makkah dengan berniat melakukan umrah pertama seharga 25 SAR.

Meletakkan semua barang-barang di penginapan Ajyad Mashofi (jaraknya kurleb 15 menit menuju haram) lalu bergegas melaksanan umrah.

Deras air mata tak kunjung berhenti ketika kedua mata ini dapat melihat megahnya Ka’bah dan Masjidil Haram, perasaan yang mengobrak-abrik sanubari itu nyata. Perasaan bahwa Allah amat sangat dekat itu ada, aku berdo’a semoga semua orang muslim di dunia dapat merasakan apa yang aku rasakan saat ini.

Do’aku ketika thawaf adalah ya Allah mudahkan dan berilah pertolongan hamba dalam mencium hajar aswadmu, menyentuh ka’bahmu, berdo’a di multazam. Lagi dan lagi Allah menunjukan keajaibannya di putaran thawaf ke empat, aku dijaga oleh seorang dengan tangannya membuat pertahanan untuk badanku yang mungil supaya tidak terhimpit oleh orang lain dan dihantarkan menuju hajar aswad dan maqam nabi Ibrahim. Tidak hanya putaran ke empat dia menjagaku, tetapi hingga terselesaikannya rangkaian thawaf.
ربنا عليك توكلنا وليك أنبنا وإليك المصير

Sungguh pertolongan-Nya nyata untuk hambanya yang meminta.

Dilanjutkan ibadah Sa’i (berlari-lari kecil dari Shafa menuju Marwah sebanyak 7 kali) dengan tenang dan syahdu lalu ditutup dengan Tahallul (memotong minimal 3 helai rambut).

Semua rangkain selesai sekitar jam 17.00 waktu makkah dan dilanjutkan dengan i’tikaf di masjidil haram sembari menunggu waktu berbuka puasa terakhir bulan ramadhan.

Tidak membawa bekal atau makanan apapun untuk berbuka puasa, namun Allah kirimkan para manusia baik yang membagikan makanan.

Akupun dapat satu toples kurma medjol mesir, roti dan snack biskuit. Ini sangat amat cukup. Untuk minuman bisa mengambil air zam-zam dari sudut manapun.

Sebagai informasj untuk air zam-zam di sediakan di berbagai sudut masjid untuk bisa kita minum dengan sepuasnya.

Keesokan harinya bertepatan pada tanggal 1 Syawal 1445 H, lantunan takbir berkumandang di Masjidil Haram. Kenikmatan tiada tara dapat melafadzkan talbiyah dan takbir di depan rumahmu ya rabbi. Jutaan manusia memenuhi masjid, pelataran, jalanan dan wilayah sekitarnya. Rasa haru, pilu dan sesak memenuhi setiap kalbu individu kala itu.

Hari kedua aku habiskan untuk beribadah di Masjidil Haram, meromantisasi setiap detik dan momen dengan terus mendekatkan diri.

Hari ketika berziarah ke masjid abdullah ibn abbas dan mengunjungi kota Thaif.

Mentadaburi kota Thaif yang menjadi sejarah awal perjuangan Rasulullah SAW yang sangat pahit. Dengan tujuan dakwah dan mengajak bani tsaqif masuk Islam, namun ternyata penduduk Thaif melakukan penolakan dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.

Terdapat wahana telefric thaif atau kereta gantung yang bisa dicoba untuk melihat hamparan pegunungan cadas dan keindhaan jalanan Al Hada seharga 80 SAR (344.000). Selain itu terdapat wahana Toboggan ride seharga 30 SAR (129.000).

Setelah kota Thaif, hari setelahnya dihabiskan untuk city tour kota Makkah yaitu berkeliling tempat bersejarah seperti Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Arafah Mina, Muzdalifah, Museum Wahyu dan dilanjutkan mengambil miqot di tan’im Masjid Aisyah untuk melaksanakan umrah kedua.

Mengingat apabila city tour memakai taxi sendiri akan memakan biaya yang tergolong mahal, Teman Gravel membantu dengan mengikutsertakan aku bersama rombongan yang lainnya dan ini gratis.

Malam hari pada pukul 22.00 aku memutuskan untuk mendaki Jabal Nur, Gua Hira. Tempat ini menjadi tempat bersejarah bagi umat muslim di seluruh dunia. Hal itu adalah karena Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali. Memakan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai puncak Jabal Nur yang memanjakan mata dengan keindahan kota Makkah.

Tanggal 15 April di siang hari, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota Madinah. Aku melakukan thawaf wada’ yaitu thawaf perpisahan yang dilaksanakan sebelum meninggalkan kota Makkah Al-Mukarramah.

Do’a dan harapanku selalu Allah izinkan dan panggil untuk berkali-kali mengunjungi Baitullah. Jarak Makkah hingga Madinah ditempuh selama 5 jam, aku memilih untuk ikut rombongan yang menggunakan bus dengan membayar sebesar 50 SAR.

Setibanya di Madinah, hati merasakan ketenangan tiada tara. Pantas saja kota ini menjadi tempat sangat istimewa dan dicintai baginda Rasulullah SAW.

Kota yang dirindukan, kota yang penuh berkah, tenang dan kelembutan serta kebaikan penduduknya. Tidak lupa untuk mengucapkan salam, membaca shalawat kepada Rasulullah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Di waktu syahdu setelah shalat shubuh, aku memutuskan untuk meminta ridha Allah supaya dimudahkan dalam memasuki Raudhah.
Raudhah atau taman surga adalah tempat yang lokasinya berada di antara mimbar dan makam Rasulullah di dalam Masjid Nabawi.

Rasulullah SAW bersabda :
مابين بيتي و منبر روضة من رياض الجنة
“Apa yang berada antara rumahku dan mimbarku merupakan tamam dari taman-taman surga” HR Al Bukhari dan Muslim.

Kesitimewaan Rudhah
Keistimewaan Rudhah yakni do’a-do’a yang dipanjatkan di tempat ini akan dikabulkan oleh Allah. Selain terdapat makam Rasulullah, juga terdapat dua makam sahabat Nabi SAW, yaitu Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq dan Sayyidina Umar ibn Khattab.

Hari itu menjadi hari paling indah di tahun 2024, hari bersejarah di mana aku dimudahkan memasuki Raudhah, dapat shalat dan berdoa dengan durasi yang cukup lama tepat di depan minbar Rasulullah SAW.

Momen sangat mahal dan tangisan pecah sepanjang hari. Mensyukuri nikmat atas fenomena dan keajaiban yang Allah berikan.

Kota Madinah menjadi saksi perjuangan Rasulullah bersama para sahabatnya dalam membangun peradaban Islam.

Selama di Madinah, kita juga dianjurkan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Jabal Uhud, gunung ini seolah mengingatkan orang-orang pada peristiwa yang pernah terjadi di sana. Dalam perang uhud, sekitar 70 orang pasukan kaum muslim menjadi syuhada, termasuk paman Rasul SAW Hamzah bin Abdul Muthalib.

Yang kedua Masjid Quba yaitu masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi.

Barang siapa yang melaksanakan shalat dua rakaat di Masjid Quba, pahalanya setara dengan melakukan ibadah Umrah.

Yang ketiga Masjid Qublatain yakni masjid yang menjadi saksi dua arah kiblat. Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk mengubah arah kiblat dari arah Masjidil Aqsa ke arah Ka’bah di Masjidil Haram Makkah.

Ketika itu Nabi SAW shalat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsa. Di tengah shalatnya, perintah Allah turun kepadanya dalam surat Al Baqarah ayat 144
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Setelah ayat tersebut turun, Nabi Muhammad SAW menghentikan sementara salatnya. Kemudian beliau meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke arah Masjidil Haram.

Destinasi terakhir ialah pohon kurma, di mana para jama’ah umrah dapat membeli kurma dengan langsung mencicipinya. Terutama kurma Ajwa yang asli dari Kota Madinah.

Menurutku, kota Makkah bukan kota yang tourist friendly. Tidak banyak petunjuk yang bisa menghantarkan kita menuju tempat tujuan. Tidak jarang pula yang kesusahan dalam berkomunikasi sebab keterbatasan bahasa. Ahlu Makkah sangat membanggakan bahasanya, sebab itulah mereka tidak mau memakai bahasa Inggris dalam bercengkrama dengan warga negara asing. Namun fun factnya adalah banyak juga di antara pedagang dan supir taxi yang mahir berbahasa Indonesia.

Sebagai mahasiswa Timur Tengah yang mahir berbahasa Arab, solo traveling tidak akan menyulitkannya karena dari segi, bahasa, makanan dan culture hampir sama adanya.

Terkhusus umrah mandiri kali ini aku menghabiskan budget sebanyak Rp 18.348.430 dengan durasi 10 hari, 5 hari Makkah dan 5 hari Madinah. Biaya ini mencakup Tiket pesawat PP, Visa umrah, penginapan Makkah dan Madinah, transportasi selama di sana, makan dan minuman, city tour Makkah dan Madinah, Raudhah, Air zam-zam. Untuk oleh-oleh atau hal lain bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan.

Berikut cerita pengalaman dan perjalanan selama umrah mandiri dan aku sertakan perkiraan biaya yang bisa dipersiapkan oleh pembaca sekalian. Terakhir, teruslah meminta ketidakmungkinan itu pada Allah. Sebab manusia hanya berencana tapi Allah maha segala.

author avatar
arif dengar.id

Komentar