Mengenal Tambelo  Salah Satu Makanan Khas Papua Yang Bernilai Gizi Tinggi.

Tanah Papua bisa dibilang sebagai surga kecil yang jatuh kebumi dengan keberagaman hayati,keindahan alam yang menakjubkan serta kebudayaan yang menarik untuk ditelusuri. Wilayah paling timur Indonesia ini dengan pegunungan tinggi terbentang memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Di pesisir Pantai dapat  ditemui hutan mangrove yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat papua dengan keunikan nilai tradisinya. Dalam hal kuliner biasanya sangat familiar dengan sagu, akan tetapi masyarakat papua juga memiliki makanan khas yang tidak biasa dikonsumsi oleh orang banyak pada umumnya,bahkan dianggap sebagai kuliner ekstrim bagi pengunjung yang berkunjung  kebumi cendrawasih itu. Pangan khas itu, biasa disebut tambelo bakau oleh masyarakat asli papua.

Bagi Masyarakat papua tambelo merupakan makanan bergizi, dengan sejarah Panjang  yang sudah menjadi tradisi turun temurun yang terus dijaga dan dilestarikan sebagai salah satu kearifan lokal bangsa papua.

Tambelo adalah hewan laut yang biasa hidup dibatang kayu bakau sebagai tempat berkembang biak. Pada umumnya orang menganggap tambelo sejenis cacing,namun secara ilmiah tambelo  masuk dalam kelompok moluska laut,masih famili dengan kerang.

Hewan ini memiliki tekstur lunak dengan warna putih memanjang dan licin. Kayu bakau lapuk yang membusuk  menjadi habitat tambelo untuk tumbuh dan berkembang dalam rongga-rongga kayu yang dihinggapi.

Hutan bakau papua dengan ekosistem mangrove yang luas menjadi habitat utama tambelo, penyebaran wilayahnya  papua bagian Selatan dan pesisir barat menjadi lokasi wilayah yang sangat terkenal dengan konsumsi tambelonya,bisa dikatakan menjadi tradisi  terutama pada tataran masyarakat Asmat.

Keberadaan hutan bakau menjadi faktor penting untuk menjaga ekosistem tambelo, selain sebagai rumah juga menjadi sumber makanan alami. Hal penting yang menjadi ukuran adalah keberadaan tambelo membuktikan hutan mangrove masih terjaga keasriannya,namun apabila tidak dijaga lingkungannya dari pencemaran dan pembabatan hutan bakau maka tambalo akan terancam keberadaanya.

Proses pengambilan tambelo membutuhkan keterampilan khusus. Masyarakat lokal biasanya mencari batang bakau tua atau kayu yang sudah lapuk terendam alami oleh air laut, lalu membelahnya menggunakan parang atau alat tajam. Pencarian tambelo harus dengan fokus dan kejelian untuk memilih batang kayu yang tepat,umumnya hal itu dilakukan oleh warga dengan pengalaman mempuni dan tentu saja masyarakat yang belum terbiasa akan mengalami kesulitan.

Masyarakat biasanya melakukan akativitas pencarian tambelo secara bersama. Proses mengkonsumsi tambelo pun tidak membutuhkan olahan yang lama, karena pada umumnya masyarakat  mengkonsumsi secara mentah dalam keadaan segar dan dibersihkan dengan air laut. Adapula untuk menambah cita rasa segar bisa ditambahkan perasan jeruk nipis atau dengan dibakar ringan dengan bumbu sederhana tergantung pada selera dan keinginan dalam memilih cara konsumsi.

Kebanyakan Masyarakat awam tentu merasa penasaran seperti apa rasa tambelo. Bagi   yang sudah pernah mencoba mengatakan bahwa rasanya gurih,segar dan ada cita rasa asin alami seperti hasil laut pada umumnya. Ciri khas tambelo memiliki tekstur kenyal ringan dengan sensasi licin . Bagi yang baru pertama kali mencoba tambelo, menjadikan itu sebagai pengalaman kuliner yang unik dan berkesan.

Makanan khas papua  ini, memiliki kandungan nilai gizi tinggi seperti protein,nutrisi dan sumber energi yang sangat mudah diperoleh dialam sekitar. Masyarakat pesisir papua menganggap tambelo sebagai pangan laut untuk menambah stamina,namun hal demikian perlu kajian ilmiah supaya mengetahui dan membuktikan kandungan nutrisi yang terkandung secara detail.

Keberadaan tambelo sebagai bagian dari masyarakat papua bukan hanya sekedar makanan akan tetapi merupakan budaya lokal yang harus terus dijaga eksistensinya, untuk terus membangun nilai tradisi dan t menciptakan koneksi masyarakat dengan alam agar senantiasa menjaga lingkungan sekitar dengan baik dan bijak. Dengan demikian berburu tambelo hingga proses pengolahannya dapat dijadikan pengetahuan, sebagai warisan budaya untuk anak cucu dimasa depan ditengah modernisasi dan perkembangan jaman. Kedepanya makanan khas papua ini akan tetap menjadi simbol identitas kuliner lokal yang membedakan Papua dari daerah lain di Indonesia.

Komentar